Tuesday, May 20, 2014
Sampoerna Tutup Pabrik, Nasib Petani Tembakau Baik Baik Saja
Belum lama ini terdengar kabar, sampoerna menutup tiga pabriknya di Indonesia. Yah, ini lantaran ketiga pabrik tersebut tidak memberikan keuntungan bagi perusahaan. Lebih dari seribu orang akhirnya kehilangan pekerjaan.
Lalu bagiamana nasib petani tembakau kita?
DIKUTIP dari MERDEKA.COM
Keretek Tangan (SKT) di Jember dan Lumajang, Jawa Timur, sehingga menyebabkan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi 4.900 karyawan. Aksi korporasi itu diyakini pemerintah tidak akan berdampak pada serapan produk tembakau petani rakyat.
Hal itu disampaikan Menteri Pertanian Suswono selepas rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/5).
Dari catatan Kementerian Pertanian, impor bahan baku rokok pabrik-pabrik besar, di antaranya Sampoerna, sangat tinggi. Ini menandakan pasokan dari dalam negeri sampai sekarang belum mencukupi, dan pasar masih sangat potensial untuk berkembang di masa mendatang.
"Untuk serapan saya kira pabrik yang ada masih bisa menyerap dari produksi petani tembakau," kata mentan.
Dibanding potensi penurunan serapan dari Sampoerna, ancaman lebih nyata bagi petani tembakau adalah tanda-tanda akan terjadi el-nino hingga akhir tahun nanti. Ini jadi prioritas Kementan dalam memberi penyuluhan "Justru petani tembakau sendiri sih justru tantangan adalah ancaman di iklim," kata Suswono.
Sumber : http://www.merdeka.com/uang/mentan-klaim-petani-tembakau-tak-rugi-pabrik-sampoerna-tutup.html
Jadi petani tembakau sepertinya tidak perlu khawatir akan kehilangan pasar. Karena impor bahan baku rokok masih tinggi. Artinya masih banyak potensi pasar yang terbuka. Yang harus menjadi catatan bagi petani justru adalah bagaimana menyikapi perubahan iklim yang besar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment