Wednesday, May 7, 2014

Petani Indonesia Mesti Waspada AFTA 2015


Indonesia mesti hati-hati terhadap afta 2015. Terutama sektor pertaniannya. Karena hasil pertaninan dari negara lain akan sangat mudah masuk ke indonesia.

Belum AFTA diberlakukan saja, Di brebes sudah ada yang melakukan impor bawang. Padahal musim panen bawang sedang berlangsung dan stok bawang sedang melimpah ruah di dalam negeri.



Dikutip dari TEMPO. 

Dalam dua pekan terakhir, bawang merah impor membanjiri Kota Semarang. Bawang merah asal Thailand, Vietnam, dan Filipina dijual dengan harga Rp 13.500-14.000 per kilogram. Harga bawang impor di tingkat pedagang itu hampir setara dengan harga bawang lokal di tingkat petani. 

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Brebes Budiharso mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian agar mengendalikan importasi bawang ketika petani di Brebes sedang panen.

"Karena bawang merah termasuk komoditas yang diatur importasinya dalam hal waktu dan tempat masuknya impor," kata Budiharso kepada Tempo. Ia menambahkan, pihaknya juga terus mengimbau kepada petani dan konsumen untuk melapor jika ada bawang impor masuk di wilayah Brebes.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2014/03/03/090559065/Petani-Brebes-Terjepit-Bawang-Impor

Untuk itu, petani bawang harus senantiasa meningkatkan kualitas hasil panen agar bisa bersaing dengan bawang impor. Hal ini akan membantu masyarakat dalam memilih bawang. Jika hasil panen bawang meningkat kualitasnya, tentu masyarakat akan senang hati memilih bawang lokal.

No comments:

Post a Comment